Actuarial courses have long been offered in the Department of Mathematics at UGM, which at that time was known as the Mathematics Division. The first such course was Introduction to Life Insurance. This course became the forerunner for the subsequent development of Introduction to Actuarial Mathematics. The next actuarial course offered was Risk Theory, which in its early years was covered as a topic within the course Selected Topics in Applied Mathematics. The development of actuarial courses accelerated significantly in 2006, when the Master’s Program in Mathematics introduced actuarial science as one of its areas of specialization. At that time, actuarial science was included under the insurance specialization. With the establishment of this specialization, more actuarial courses began to be offered, such as Actuarial Mathematics, Construction of Mortality Tables, Actuarial Statistical Methods, Risk Theory, and others.
To become an actuary, one must possess at least some of the following abilities:
- Strong mathematical skills, such as calculus, statistics, and probability
- Problem-solving ability, strong analytical skills, and project management skills
- Good business knowledge, including finance, accounting, and economics
- Communication skills, both oral and written
- Computational skills, such as spreadsheets, statistical software, databases, and programming languages
An actuary is a professional with the following personal characteristics:
- Strong personal motivation
- Creativity
- Independence
- Ability to work collaboratively with others
- Strong ambition
The above personality traits are among the minimum qualities that prospective actuaries should have in order to become good actuaries. In addition, to become a highly capable actuary, a candidate should have a passion for solving complex problems, enjoy writing and communicating with others, be able to work effectively both independently and in teams, and have an interest in following developments in social and political dynamics, as well as being a self-motivated achiever.
Seseorang yang ahli di bidang aktuaria disebut aktuaris. Secara khusus aktuaris adalah profesional yang dipercaya mampu menterjemahkan kewajiban keuangan atas kejadian yang akan datang ke dalam kewajiban saat ini atau barisan kewajiban dalam kurun waktu tertentu. Tugas utama aktuaris adalah manajemen risiko, mereka biasanya ahli dalam hal:
- Memperhitungkan kemungkinan munculnya kejadian di masa yang akan datang;
- Mendesain beberapa cara untuk mengurangi kemungkinan terjadinya event yang tak diinginkan;
- Mengurangi dampak buruk dari kejadian yang tak diinginkan yang pasti akan terjadi.
Aktuaris adalah profesional terkemuka dalam menentukan cara untuk mengelola risiko Kemampuan yang dimilikinya merupakan gabungan dari kemampuan analitik yang baik, pengetahuan tentang bisnis, dan pemahaman tentang perilaku manusia dalam mengelola risiko yang kompleks masa kini.
Ilmu aktuaria adalah disiplin ilmu yang menggunakan teori probabilitas, matematika, dan statistika untuk mengukur dan menghitung dampak finansial atas kejadian tak tentu di masa yang akan datang. Dampak finansial tersebut kemudian diproyeksikan untuk mencari nilai wajar atas kewajiban yang harus dipenuhi saat ini. Penentuan nilai wajar saat ini atas kewajiban yang akan datang ini membutuhkan landasan teoritik yang kuat pada tataran keilmuan, seperti teori probabilitas, statistika, matematika terapan, keuangan, ilmu ekonomi, dan komputasi. Dahulu, ilmu aktuaria menggunakan model deterministik dalam pembentukan tabel dan penghitungan premi, kemudian ilmu ini berkembang dengan sangat pesat setidaknya dalam 30 tahun terakhir seiring dengan perkembangan komputasi dan model stokastik dalam teori finansial modern (Frees, 1990).
Welcome to web instansi Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!